Ads 468x60px

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 20 Desember 2011

Pesta Gol, Madrid Menuju 16 Besar Copa Del Rey

Real Madrid lolos ke babak 16 besar Copa del Rey setelah di leg kedua babak 32 besar menang 5-1 (agregat 7-1) atas Ponferradina, di Santiago Bernabeu, Selasa atau Rabu (21/12/2011) dini hari WIB.

Tuan rumah langsung menggebrak sejak awal laga meski menurunkan sebagian besar pemain lapis keduanya. Beberapa kali pasukan Jose Mourinho mengancam gawang Ponferradina, tetapi kerap gagal karena terlalu buru-buru ingin mencetak gol. Belum lagi permainan disiplin yang diperagakan bek lawan membuat usaha dari Karim Benzema, Jose Callejon, dan Mesut Oezil menjadi sia-sia.

Madrid baru bisa memecah kebuntuan pada menit ke-25. Menerima umpan dari Mesut Oezil, Jose Callejon berhasil lolos dari jebakan off-side dan mampu menundukkan kiper Ponferradina, Orlando Quintana, dengan sepakan kaki kanannya.

Menit ke-32, Benzema mebnncoba peruntungannya dengan melepaskan tembakan kaki kanan. Sayang, upaya tersebut gagal setelah bola masih berhasil ditangkap oleh Orlando.

Callejon hampir mencetak gol keduanya pada menit ke-35. Memanfaatkan kesalahan Orlando yang sudah maju jauh meninggalkan gawangnya, Callejon berhasil melepaskan tembakan yang sayangnya hanya mengantarkan bola membentur tiang gawang tim tamu.

Ketika babak pertama hampir berakhir, Madrid mencetak gol keduanya lewat tandukan Nuri Sahin. Gol ini berawal dari sepak pojok yang dilepaskan oleh Oezil yang langsung disambar oleh Sahin.

Di awal babak kedua, Madrid langsung tancap gas. Mereka sudah mampu mencetak gol ketika pertandingan babak kedua baru berjalan empat menit. Raphael Varane mampu menyelesaikan bola muntah hasil blok yang dilakukan kiper Ponferradina untuk menghalau bola hasil tendangan bebas Esteban Granero.

Ponferradina sendiri bukan tanpa peluang. Terbukti, pada menit ke-54 tim tamu berhasil mencetak satu gol untuk memperkecil kedudukan berkat aksi gemilang dari Acoran.

Madrid kembali menjauh pada menit ke-79. Pemain pengganti Joselu berhasil melesakkan gol keempat Madrid seusai menerima umpan terukur dari Callejon.

Tuan rumah menutup pesta gol mereka pada menit ke-88 berkat aksi Callejon. Melalui skema serangan balik, Callejon yang menerima umpan terukur dari Nuri Sahin berhasil mengelabui satu bek Ponferradina sebelum akhirnya menundukkan Orlando dengan sepakan kaki kanannya. Skor 5-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Susunan pemain
Madrid
: Antonio Adan (Fernando Pacheco 82), Pepe, Raphael Varane, Jorge Casado (Fernandez Nacho 71), Hamit Altintop, Mesut Oezil, Sami Khedira, Nuri Sahin, Esteban Granero, Karim Benzema (Joselu 78), Jose Callejon

Ponferradina: Orlando Quintana, San Jose Samu, Azagra David Malo, Freire Dani Carril, Alcaide Munoz Pepe, Acoran, Ruiz Llaga Jonathan, Isaac Cortes, Gil Borja Sanchez (Yuri 77), Munoz Javi Navarro (Alfredo Juan Mayordomo 46), Mateo Miguez Adan (Luis Domenech 62) 
Reade more >>

Liverpool Dapatkan Gelandang Inggris 16 Tahun

Liverpool telah menyelesaikan proses transfer gelandang asal Inggris berusia 16 tahun, Jordon Ibe, dari Wycombe Wanderers, Selasa (20/12/2011). Ibe akan resmi pindah ke Anfield pada Januari mendatang.

"Ini adalah transfer luar biasa untuknya. Ia adalah pemain berbakat fenomenal yang membuat kami memberinya kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di skuad utama," ujar pelatihWycombe, Gary Waddock.

"Tentu kami ingin mempertahankannya, tetapi kami tak ingin menjadi penghalang untuk kesempatan yang memang layak ia dapatkan. Saya tak ragu bahwa ia akan menjadi pemain top dan saya akan terus mengamatinya. Saya ingin mengucapkan semoga sukses kepadanya dan keluarganya," tuturnya.

Ibe merupakan pemain termuda yang pernah tampil untuk Wycombe di Football League dan pencetak gol termuda dalam sejarah klub yang bermarkas di Buckinghamshire itu.
Reade more >>

Dinyatakan Bersalah, Suarez Diskors 8 Laga

Federasi Sepak Bola Inggris (FA) menyatakan, Luis Suarez bersalah atas dugaan melakukan pelecehan rasial terhadap Patrice Evra. Kepada Suarez, FA menjatuhkan sanksi skors delapan pertandingan dan denda 40.000 poundsterling atau sekitar Rp 571 juta.

"Komisi Regulasi Independen hari ini (Selasa, 20/12/2011) menyatakan bahwa dugaan pelanggaran yang dilakukan Luis Suarez terbukti dan mengeluarkan larangan bermain selama delapan pertandingan dan menjatuhkan denda 40.000 poundsterling, sementara menunggu banding," ujar FA.

"Pada 16 November 2011, FA menjatuhkan gugatan kepada Luis Suarez atas dugaan pelanggaran terhadap Peraturan FA E3, terkait dengan pertandingan antara Liverpool dan Manchester United, 16 Oktober 2011."

"Suarez berhak mengajukan banding terhadap keputusan Komisi Regulasi Independen kepada Badan Banding. Banding harus diajukan dalam waktu 14 hari sejak dikeluarkannya keputusan ini."

"Hukuman akan ditunda sampai adanya kepastian mengenai banding atau sampai habisnya masa pengajuan banding atau jika Suarez memutuskan tidak mengajukan banding," demikian pernyataan FA.
Reade more >>

Kiper Arsenal Szczesny Bisa Terbaik di Dunia

Manajer Arsenal, Arsene Wenger, menilai kiper Wojciech Szczesny tampil sangat bagus musim ini. Ia pun optimistis Szczesny bisa menjadi salah satu kiper terbaik dunia di masa depan nanti.

"Dia adalah salah satu yang terbaik pada musim penuh pertamanya. Dia, seperti tim ini, memiliki masa depan yang menjanjikan. Kami yakin, jika ia terus mempertahankan sikap dan tekadnya untuk tampil baik, dia bisa menjadi salah satu kiper terbaik," kata Wenger seperti dilansir The Sun.

Karier Szczesny melesat cepat di Emirates. Musim lalu, kiper asal Polandia itu merupakan kiper keempat The Gunners di belakang Lukasz Fabianski, Manuel Almunia dan Vito Mannone. Meski demikian, perlahan tapi pasti, ia sukses menjadi andalan Wenger pada akhir musim lalu.

Musim ini posisinya di bawah mistar tak tergantikan. Dari 16 pertandingan Premier League, Szczesny selalu menjadi starter.

"Keyakinan saya adalah dia tidak boleh membuat batasan tentang kemajuannya pada usia yang baru 21 tahun. Dia berani dan itu adalah kualitas yang penting," puji Wenger.

Szczesny sering kali menjadi penyelamat Arsenal musim ini. Ia memiliki reflek yang bagus dan lompatan tinggi. Akhir pekan lalu, ia juga tampil impresif saat timnya menghadapi pimpinan klasemen, Manchester City.

"Dia masih berada di awal kariernya dan terlalu dini untuk mengatakan bahwa ia adalah artikel yang telah habis," tutup Wenger.
Reade more >>

Chelsea Siap Rampungkan Transfer Cahill

Chelsea akan segera memberikan penawaran untuk membeli bek Bolton Wanderers, Gary Cahill. The Blues menyiapkan dana sebesar 7 juta euro untuk merampungkan transfer ini.

Kontrak Cahill akan habis pada akhir musim ini. Karena sang pemain tak mau memperpanjangnya, maka pilihan terbaik Bolton adalah menjualnya pada bursa transfer musim dingin, Januari 2012.

Menurut Mirror Football, manajer Andre Villas-Boas sudah diberi 'lampu hijau' oleh manajemen klub untuk segera menuntaskan transfer ini.

Chelsea memang sedang membutuhkan bek tengah baru. Sebab, Alex akan segera dijual, sedangkan performa David Luiz masih angin-anginan. Hanya John Terry saja yang sejauh ini bermain konsisten.

Karier Cahill sendiri melesat cepat dalam beberapa bulan terakhir. Ia mampu menembus Timnas Inggris dan menjadi tandem ideal Terry di lini belakang.

Di level klub, meski hanya membela tim kecil, Cahill tetap tampil impresif dan hal ini membuatnya dibidik oleh beberapa klub besar. Arsenal sudah mencoba mendapatkan tanda tangannya pada awal musim ini. Akan tetapi, tawaran mereka ketika itu ditolak mentah-mentah oleh kubu the Trotters.

Selain Cahill, Chelsea juga sedang membidik gelandang muda Everton, Jack Rodwell. The Toffees siap kehilangan pemainnya ini jika Chelsea sanggup membayar 25 juta euro.
Reade more >>

Wasit China Mengaku Atur Skor Pertandingan MU

Salah satu wasit terkenal China mengaku di pengadilan telah mengatur skor beberapa pertandingan di Liga China pada 2005-2009. Ia juga mengatur dua pertandingan uji coba internasional, salah satunya melibatkan Manchester United.

Menurut Guardian, Huang Junjie yang pernah masuk dalam daftar kandidat wasit terbaik China pada 2009, mengaku telah menerima sejumlah uang untuk mengatur pertandingan pada era itu yakni antara klub Australia, Sydney FC dan Shanghai Shenhua. Juga termasuk laga MU saat menang telak 6-0 dalam laga ujicoba pramusim melawan Shenzhen FC pada 2007.
Pengaturan pertandingan atau pun skor kali ini dilakukan tanpa sepengetahuan klub yang bermain. Biasanya, pihak yang bermain melakukannya untuk bandar judi.

Menurut kantor berita China, Xinhua, Huang mengaku telah menerima lebih dari £160.000 dari rekannya Zhou Weixin. Huang diminta untuk mengatur jalannya pertandingan maupun skor. Zhou kini juga sedang menghadapi tuduhan suap kepada para pegawai.

Pengadilan China memang sedang memproses kasus suap di sepakbola sejak Senin 19 Desember 2011. Mantan kepala Liga Super China, Zhang Jianqiang dituduh juga telah menerima suap £260.000.

Wasit lainnya, Lu Jun juga akan maju ke pengadilan, hari ini, Rabu 21 Desember 2011. Sedangkan 20 perangkat pertandingan sepakbola China lainnya juga akan dihadirkan di pengadilan.

Korupsi memang marak di sepakbola China belakangan ini, terutama di Liga Super. Bahkan, para petinggi Asosiasi Sepakbola China (Chinese Football Association/CFA) juga terlibat. Mereka sering membayar tim atau wasit. Beberapa pemain juga membayar para pejabat CFA agar bisa masuk tim nasional China.

Akibatnya, beberapa sponsor membatalkan kontrak. Bahkan, jaringan televisi lokal CCTV menolak untuk menayangkan Liga Super China. Semua hal ini disinyalir sebagai penyebab utama kemunduran prestasi tim nasional China dalam beberapa tahun terakhir.
Reade more >>

Minggu, 11 Desember 2011

10 Fakta Menarik Tentang Perseteruan Real Madrid Vs Barcelona FC


El Clasico (bahasa Inggris: The Classic), juga dikenal sebagai El Derbi Español atau El Classic adalah nama generik yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid. Hal ini ditentang setidaknya (dan biasanya) bi-setiap tahun sebagai bagian dari kompetisi La Liga Spanyol, dengan maksimum sembilan pertandingan tahun, dengan dua tambahan di Copa del Rey, Liga Champions, dan Supercopa de España, dengan lain mungkin dalam UEFA Super Cup. Selain Final Liga Champions, itu adalah klub yang paling mengikuti pertandingan sepak bola di dunia, disaksikan oleh ratusan juta orang.

Persaingan itu muncul sebagai Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol, dan dua klub adalah klub sepakbola paling berhasil dan berpengaruh di negeri ini. Real Madrid telah mengumpulkan 73 piala dan Barcelona 68, sementara Athletic Bilbao datang ketiga dengan 32 piala. Mereka kadang-kadang diidentifikasi dengan lawan posisi politik, dengan Real Madrid dan Barcelona mewakili nasionalisme dan nasionalisme Catalan Spanyol masing-masing.
1. Lebih dari sekedar batas geografi
Liverpool vs Everton, Arsenal vs Spurs, dan AC Milan vs Intermilan adalah pertandingan-pertandingan derby panas dan sarat emosi. Fakta ini tidak bisa dipungkiri. Walaupun tradisi dan emosi dari rivalitas mereka begitu luar biasa, namun secara fundamental, persaingan tersebut hanyalah sebatas daerah geografis. Persaingan kedua tim hanyalah karena mereka mempunyai markas yang berdekatan satu sama lain. Jadi demi menjaga gengsi dan mengukuhkan siapa yang paling hebat dalam wilayah yang sama, timbullah rivalitas. Namun, persaingan antara Barcelona dan Real Madrid melebihi batas-batas wilayah. Rivalitas mereka abadi, karena yang ikut bersitegang adalah ibu kota dengan daerah yang hendak merdeka.

2. Catalunya vs Castille

Barcelona dan Madrid merupakan dua kota terbesar di Spanyol. Hal itu saja sebenarnya sudah cukup untuk membentuk suatu rivalitas. Namun, mereka juga adalah tuan rumah dari dua daerah yang sangat berbeda baik secara kultur dan emosi. Dua kota tersebut juga menghasilkan dua ‘mahzab’ intelektual yang berbeda, dan tentu saja, berseberangan satu sama lain. Barcelona adalah Catalan, Madrid adalah Castillian. Orang-orang Catalan adalah masyarakat yang bebas, sedangkan Castille lebih seperti Keraton-nya Spanyol dan pusat pemerintahan. Perseteruan memuncak ketika Jenderal Franco, orang Madrid, yang beraliran fasisme, ingin ‘membasmi’ daerah Catalan. Jadi, ketika El Clásico digelar dan dimenangi Barcelona, ini merupakan kemenangan seluruh rakyat Catalunya dalam membebaskan diri dari tirani pusat. Jika yang menang adalah Real Madrid, berarti ini adalah kemenangan pemerintah dalam upaya menegaskan kekuasaannya.

3. “Everyone picks a side”

Pernyataan di atas adalah perseteruan ideologi, sosial, dan politik antara kebudayaan daerah yang ingin merdeka dengan pemerintah pusat yang kuat, dan tidak hanya melibatkan FC Barcelona dan Real Madrid, atau Catalunya dan Castille, tetapi juga seluruh masyarakat Spanyol. Ketika duel El Clásico berlangsung, dapat dipastikan, seluruh orang di Spanyol akan terbagi dua. El Clásico mempunyai fungsi yang ‘unik’ yaitu sebagai ‘pembatas transparan’ antara dua daerah dalam satu negara. Suporter dari klub lain, siapa pun mereka, akan memilih salah satu di antara Barcelona dan Real Madrid, berdasarkan kepentingan dan ideologi masing-masing, everyone (should) picks a side.

4. Merupakan anggota dari Liga Terbaik di dunia

Apapun konteks-konteks budaya yang terdapat pada duel El Clásico, tidak akan ada orang luar yang peduli pada pertandingan tersebut ia jika terdapat pada, misalnya, Liga Domestik Siprus. Tapi ini tidak. Duel tersebut berasal dari La Liga Primera, yang merupakan liga terbaik di dunia berdasarkan penilaian FIFA (dalam diskusi debate panjang lainnya, liga-liga lain mungkin saja muncul sebagai liga yang lebih baik, namun setidaknya La Liga adalah salah satu liga sepakbola terbaik di dunia), jadi seluruh perhatian insan sepakbola pasti tertuju ke sana.

5. Menampilkan dua klub terbaik dari La Liga

Tidak hanya gengsi, namun dominasi kedua tim di La Liga merupakan jaminan panasnya pertandingan ini. Karena kedua tim biasanya berada di pucuk klasemen, maka hasil dari El Clásico menjadi sangat menentukan siapa yang akan merajai liga pada akhir musim. AC Milan vs Intermilan mengkin adalah derby perseteruan dua klub papan atas Serie A, tetapi di sana juga terdapat Juventus dan AS Roma untuk disaingi. Sehingga, kadang-kadang, tifosi merasa pertandingan AC Milan vs Juventus atau Intermilan vs AS Roma menjadi sama krusialnya. Dan hal ini menjadikan signifikasi partai derby kota Milan agak berkurang. Lain halnya dengan Barcelona vs Real Madrid yang begitu menentukan. La Liga memang bukanlah pacuan dua ‘kuda’ saja, tetapi selalu ada dua kuda berwarna ‘merah biru’ dan ‘putih-putih’ yang ikut serta. Dua kuda ini juga belum pernah terdegradasi ke divisi bawah (dan sepertinya tidak akan pernah, baik itu karena kualitas maupun lobi politik mereka yang kuat di Spanyol).

6. Dan pemain-pemain terbaik di dunia

Karena Barcelona dan Real Madrid merupakan dua di antara klub-klub terkaya di dunia, mereka selalu dihuni oleh pemain-pemain terbaik pula. Misalnya, ketika Lionel Messi cedera, di bangku cadangan sudah ada Henry, Deco, atau Ronaldinho. Kita juga masih ingat Madrid pernah dihuni pemain sekelas Zidane, Ronaldo, Raúl, Figo, Beckham, dan Roberto Carlos yang bermain bersamaan. Ketika El Clásico berlangsung, kita seperti melihat uang ratusan jutaan dollar sedang ‘berlari-lari’ di atas lapangan.

7. Juga beberapa talenta lokal

Di samping belanja pemain-pemain kelas dunia tersebut, kedua tim juga dipenuhi oleh talenta-talenta lokal binaan kubu masing-masing. El Barça punya Valdés, Puyol, Xavi, Iniesta, dan Bojan yang merupakan produk-produk dari akademi sepakbolanya, sedangkan Messi dan Giovanni adalah anak-anak muda yang bersekolah di Barcelona sejak kecil. Sedangkan Los Blancos punya Casillas, maskot tim Raúl, dan Guti yang merupakan didikan akademi Madrid. Dan hebatnya, pemain-pemain ini adalah anggota timnas Spanyol. ‘Rasa’ lokal ini menjamin bahwa tak seorang pun di lapangan yang akan melupakan aspek-aspek budaya yang melatarbelakangi El Clásico. Arsenal mungkin diisi pemain-pemain muda bertalenta, namun nyaris tidak ada pemain asli Inggris di sana. Manchester United sekarang hanya tinggal menyisakan pemain tua seperti Giggs dan Scholes sebagai binaan asli mereka. Itulah bedanya dengan El Clásico.

8. Sejarah transfer yang ‘kontroversial’ antara kedua tim.

Sebagai dua klub terkuat dan terkaya di Spanyol, tak dapat dihindari, Barcelona dan Real Madrid akan berebut mendapatkan tanda tangan pemain top. Salah satu dari kasus tersebut adalah ketika kedua klub berniat mengontrak pemain River Plate, Alfredo Di Stefano pada tahun 1953. Transfer tersebut sangat kontroversial dan merupakan salah satu pemicu ‘kerasnya’ El Clásico. Sebuah kontrak janggal dilakukan ketika Di Stefano menandatangani proposal kedua klub sekaligus. Ia akan bermain dua musim untuk Real Madrid (yang menghubungi lebih awal) dan dua musim untuk Barcelona.

Namun, setelah melihat debut pertamanya di Real, El Barça setuju untuk melepaskan Di Stefano secara permanen. Hal ini masih menjadi perdebatan: Pertama, bahwa Barcelona melihat penampilan Di Stefano yang kurang menjanjikan dalam debutnya. Kedua, ada indikasi bahwa Barcelona ditekan oleh diktator Jenderal Franco yang pro-Madrid, yang mengancam akan memberlakukan larangan untuk pemain asing bermain di La Liga.

Tren ini pun terus berlanjut; kedua tim terus bersitegang untuk mendapatkan pemain-pemain top (seperti yang mereka lakukan pada David Beckham tahun 2003). Namun tidak ada yang lebih ‘menyakitkan’ selain ketika salah satu pemain dari tim ini hengkang ke tim lainnya, seperti yang terjadi pada Luis Enrique, yang pindah dari Madrid ke Barcelona, atau kasus Luis Figo pada tahun 2000, yang hijrah dari Azulgrana ke Los Merengues dan memecahkan rekor transfer (sebelum Zidane) sebesar 65 juta Euro. Dan ketika kembali ke stadion mantan klubnya, cemoohan, teriakan, bahkan lemparan kepala babi harus mereka terima. Semuanya karena atmosfir ‘neraka’ El Clásico.

9. Ukuran stadion












Nama besar kedua klub ternyata juga didukung oleh besarnya stadion yang mereka miliki. Baik Camp Nou maupun Santiago Bernabéu merupakan stadion elit dan raksasa sehingga menjanjikan atmosfer yang luar biasa. Camp Nou bahkan merupakan stadion berkapasitas terbesar di Eropa, yaitu sanggup menampung 98.772 kursi. Sebelum direnovasi, stadion ini malah pernah terisi 200 ribu penonton dalam salah satu El Clásico. Sedangkan Santiago Bernabéu mampu menampung 80.400 Madridistas dan dinobatkan sebagai salah satu stadion berfasilitas terbaik di dunia.

10. Menghasilkan tontonan sepakbola yang berkualitas

Jika yang terjadi di lapangan adalah sebuah tontonan yang mengecewakan, semua poin di atas tidak ada artinya. Dan tanah Spanyol akan menjadi tempat yang menyedihkan jika semua orang menunggu-nunggu partai yang diadakan sekali dua tahun ini, hanya untuk menyaksikan pertandingan yang menyisakan buruk dan membosankan. Tapi tidak. Pertandingan El Clásico, secara tradisi, selalu mempertontonkan sepakbola berkualitas, menyerang, atraktif, penuh skill, dan aroma ‘membunuh’ yang dahsyat. Skor-skor menakjubkan, seperti 3-3, musim lalu di Camp Nou adalah contoh betapa alotnya pertandingan ini.

Fakta - Fakta Lain
  1. El Clasico di Spanyol untuk pertama kalinya dilangsungkan pada 17 Februari 1902.
  2. El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona tidak hanya terjadi di lapangan, tapi juga dalam bursa transfer. Kasus yang paling terkenal adalah perebutan Alfredo Di Stefano di tahun 50-an. Kedua tim sama-sama mengklaim telah mendaftarkan pemain legendaris Argentina itu sebagai pemain dan membayar transfer ke River Plate. FIFA akhirnya mengintervensi dan meminta kedua tim saling berbagi jatah musim untuk Di Stefano. Namun Barcelona memilih mundur dan Real Madrid membayar kompensasi kepada rival utamanya itu.
  3. Real Madrid dan Barcelona juga saling bersaing dalam hal jumlah suporter. Hasil riset terakhir Mei 2007, 32.8 persen fans sepakbola di Spanyol lebih berpihak pada Real Madrid, sementara 25.7 persen berkubu Barcelona.
  4. Di kompetisi domestik La Liga Spanyol, El Clasico dinihari nanti di Santiago Bernabeu menjadi edisi ke-160.
  5. Raul Gonzalez menjadi pemain yang paling sering mencetak gol di El Clasico. Total, dia sudah melesakkan 11 gol.
  6. Total ada 24 pemain yang saling bertukar klub dalam satu sesi transfer, baik itu dari Barcelona ke Real Madrid, atau Real Madrid ke Barcelona. Proses transfer yang paling menyita perhatian adalah Luis Enrique (Madrid ke Barca di tahu 1996) dan Luis Figo (Barca ke Madrid di tahun 2000).
Reade more >>